Friday, December 6, 2013

Syair Cinta dari Selubung Bukit Barisan

Puisi “Dusta” Mukhlis Muhdan Bintang
.
DUSTA

Kabut di atas kepala
Dzikir hati, pekat malam sang Maha
Kita sama saja
Hina
Usang hingga tak perduli
Buram tak mendo’a
Rajah kemenyan anyir di pusara baqa
Semua buram berbalut anyaman dusta

Kabut Malam, 15 Mei 2012

Hati Tanya

Tanya kau adalah Tanya
Tapak melekat pada tapak
Alunan simponi perajah merajah jiwa
Bertanyalah pada keabsahan tanya?
Tanya kau adalah Tapa

Pusara Sengeda, 01 Januari 2013
-
Satu

Gersang sekali jiwa
Sepi sekali semua
Jika satu adalah muara dari kebersamaan
Kenapa harus ada dua?

Pusara Bener Merie, 05 Me1


Mukhlis
Biodata:
Mukhlis Muhdan Bintang adalah Dosen Bahasa Inggris STAI GP dan Direktor Lembaga Pendidikan MMB Harvard Course. Sejak tahun 2010 dia sudah menulis puisi dan terinspirasi dari Gus Mus (penulis puisi sufi kondang nasional).


PUISI "CINTA" M. ALI SURAKHMAN


coretan..........

22 April 2009 pukul 23:42
Khadijah 1…., 

……langit biru memerah pudar jingga, tenggelam dalam gelap 
Siang dan malam tak terasa terus berganti, 
sunyi senyap…dalam oktah syair sang pengembara 
lelah dalam penantian yang tiada akhir, …… 
terpasung dalam lingkaran rantai perak, tembaga sang penempa… 
tersepuh lahar Merapi, dan asin garam gelombang samudra…. 

Tertunduk aku di tengah karang, lesu memandang dalam gelombang buih sang ombak 
Hempasan ombak, desiran angin, nyanyian camar, sirene mercusuar melengking 
Terbentuk dalam instrument opera, tiada berpenonton.. 
Hanya kursi kosong bersusun penuh debu, lapuk… penuh kecoa… 

Sang penyair tua kehilangan pena dan kertas, si pengembara kehilangan jejak 
Nakhoda tiada berkapal, penempa tiada berpalu… sang satria tiada berpedang… 
Teriakan di medan pertempuran tinggal legenda, cerita pengembaraan pupus ditelan waktu, api hati yang berkobar hampir padam, menjadi arang rapuh dan debu yang ditiup angin. 

………..suatu masa pengembara tua kembali mencari jejak, dalam bingung dan ragu. 
Letih dan dahaga tak kunjung sirna, diatas tunggul “Bulian” tua, rajawali memandang tajam sang pengembara, sampaikan pesan dalam gelombang… 
Bunga dua puncak gunung, telah muncul dalam dingin samudra….. 
Khadijah…., cahaya yang tiada padam, rindu pengembara akan senyummu.. 
Cuma cerita sang angin, dan melodi biola tua yang obati rindu…. 

Jambi 2009.. 

Naluriku,..selalu berkata "Kau Cintaku"

24 Mei 2010 pukul 21:15
Hampir separoh jalan setapak berbatu ini kita lalui.
Dalam luka, canda, gairah asmara, baraan api kehidupan
Sampai detak detik saat ini,..kau cintaku
Yang selalu menemaniku dalam sepi dan baraan api, 
serta rindu tak putus....

Dalam sekian ribu satu,..pristiwa perangku,..kau "Srikandi" yg berkuda itu.
Menemaniku dalam tiap tebasan-tebasan pristiwa detik sejarah kita
Kau popong aku saat, semangatku luruh.
Kau pacu kudamu, saat aku akan terbunuh
Dalam tangismu,..kau putihkan hatiku

Tiada kata-kata yg bisa terucap, yg hanya dapat kutelan sudah
Tiada goresan yg bisa kubuat, dalam tangan lemah renta ini
Cuma ada, "Sepenuh Naluri dan asa" Aku Cinta Kamu"
Dan itu yg bisa kupersembahkan buatmu di hari :miladmu"
"Hati, Jiwa, dan Ruhku berdoa ke Hadapan Rab, 
Semoga kau selalu menjadi Mujahidah dan Bidadariku di Rumah-Nya.

(Kupersembahkan buat Sang Srikandi)

Jambi, 2009



Monday, November 4, 2013

KILAS BALIK PAMONG BUDAYA 2012



Kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa yang dapat membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lainnya. Berdasarkan hasil survey bahasa daerah yang dilakukan Asosiasi Tradisi Lisan, 1999, bangsa Indonesia terdiri atas 550 suku bangsa dan 750 bahasa. Setiap suku bangsa memiliki identitas budaya yang berbeda dengan suku bangsa yang lain.

Peranan kebudayaan menjadi semakin penting dalam mewarnai kehidupan masyarakat, transformasi melalui usaha pembangunan ekonomi ternyata tidak selamanya memuaskan hati, karena pada kenyataannya masih menunjukkan kelemahan. Untuk itulah kebudayaan bangsa yang pada hakekatnya lahir dari nilai – nilai luhur masyarakat Indonesia kuno, diharapkan dapat menanggulangi beberapa kelemahan pembangunan ekonomi.  Untuk itu diperlukan menjalin silaturahmi, penguatan hubungan antar pengiat kebudayaan, dalam hal ini Pamong Budaya adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, dan wewenang melaksanakan pembinaan dan pengembangan kebudayaan yang berstatus PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Sementara Pamong Budaya Non PNS adalah pegawai non PNS yang melaksanakan tugas sebagai motivator dan inspirator dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan di daerah masing-masing. 








BIOFUEL DARI KORAN BEKAS

SEJUMLAH ilmuwan di Tulane University New Orlean telah menyempurnakan turunan bakteri Clostiridium yang dinamai TU-103. Mikroba tersebut merupakan yang pertama kali dari jenisnya yang mampu melakukan sintesis butanol dari selulosa.
Mikroba TU-103 ini dapat memproses beragam jenis tanaman dan produk tanaman dan mengubahnya menjadi butanol. Dengan kata lain mikroba ini memiliki kemampuan yang salah satunya mampu mengubah setumpuk koran bekas menjadi bahan bakar.
TU-103 ditemukan oleh David Mullin, seorang profesor di departeman biologi sel dan molekular Universitas Tulane bersama postdoctoral Harshad Velankan serta mahasiswa Hailee Rask yang dikerjakan selama dua tahun lebih.

Tuesday, October 8, 2013

budaya

GAUNG RINDU DAN CINTA DARI MUARA SUNGAI BATANG HARI
(Tradisi Lisan Senandung Jolo)


Tari Sekapur Sirih Jambi, dilakukan saat penyambutan tamu
 
Masyarakat Jambi dikenal kental dengan balutan budaya melayunya. Tutur bahasanya yang sopan, santun, elok, tergambar dari berbagai budaya dan tradisi yang dimilikinya. Salah satunya adalah tradisi lisan. Beragam tradisi lisan yang dimiliki oleh masyarakat Jambi. Salah satunya adalah apa yang kita kenal dengan seloko adat Jambi. “Adat selingkung negeri, undang selingkung alam” yang bermakna bahwa dalam kehidupan masyarakat Jambi berada dalam kerangka atau koridor hukum adat (adat selingkung negeri) dan hukum positif (undang selingkung alam).

Di dalam kehidupan sosial masyarakat adat Jambi mengakui pula adanya tingkatan hukum yang lebih tinggi yang berlaku di samping keberlakuan hukum adat. Dari seloko tersebut tersirat, bahwa segala permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat terlebih dahulu diselesaikan secara adat. Ketika secara adat menemui jalan buntu maka baru mengacu kepada hukum yang lebih tinggi (undang selingkung alam).

Saturday, April 21, 2012

Jalan Raya Cermin Tingkat Korupsi Bangsa

Di Indonesia jumlah kecelakaan di jalan raya masih sangat tinggi. Bertambahnya populasi kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) berkorelasi positif terhadap angka kecelakaan di jalan. Setiap hari kita menyaksikan secara langsung para pengendara melakukan berbagai pelanggaran seperti menerabas lampu lalu lintas (traffic light), melawan arus, naik dan parkir di atas trotoar. Bahkan, bukannya tidak mungkin kita menjadi pelakunya juga. Masih banyak para pengendara tidak memiliki empati dan cepat ‘naik darah’. Ingat, menurut Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kecelakaan lalu lintas dipengaruhi faktor manusia, kendaraan, jalan, dan cuaca. Dari keempat faktor tersebut, KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) pernah mengungkapkan bahwa faktor manusia menjadi penyumbang terbesar kecelakaan transportasi dengan angka 62%. Dari data Polri, sepanjang 2009 terjadi hampir 63 ribu kasus kecelakaan yang mengakibatkan nyaris 19.979 orang meninggal. Angka kecelakaan tersebut trend-nya naik sejak 2007. 
“Lalu lintas di Indonesia sama rimba raya. Hulu dari permasalahan kesemrawutan lalu lintas adalah pendidikan dan hilirnya di penegakan hukum,” kata M Joel Deksa Mastana, Direktur Safety Ride &